Rabu, 21 September 2011

Aneka Macam Khasiat Mandi

Mandi yang sering dianggap sebagai sekadar rutinitas ternyata memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan jiwa dan raga. Jadi, jangan pernah Anda anggap sepele urusan yang satu ini!

Kini, mandi tradisional – antara lain mandi susu, kembang, rempah, lulur dan masih banyak lagi – bagi sebagian besar wanita Indonesia sudah tak lagi dianggap sebagai ritual yang dilakukan untuk menyambut hari-hari besar seperti pernikahan atau ritual-ritual tertentu yang mempunyai nilai keagamaan.
Menurut dr Merli Zilawati dan dr Marsita Hendradini, ahli kecantikan dari Rumah Sakit Mandiri Kedoya, Jakarta, dengan bertambahnya usia, kerja sel-sel tubuh dan kelenjar kulit otomatis akan ikut menurun sehingga mandi tradisional dengan tambahan bahan alami menjadi sangat bermanfaat untuk merawat kecantikan kulit agar selalu sehat dan awet muda. Namun, cara mandi seperti ini tetap tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
 “Anda tetap harus waspada karena tidak semua bahan alami sesuai dengan jenis dan kondisi kulit Anda, terutama saat menggunakan minyak asiri (essential oil). Bahkan, mandi dengan air hangat atau air dingin secara tidak tepat saja sudah dapat memberikan efek yang berbeda pada tubuh,” demikian penjelasan kedua dokter tersebut.
Agar tidak salah kaprah, terutama jika Anda termasuk pemula dalam perawatan spa, simak pemaparan dari kedua ahli kecantikan itu tentang manfaat 12 macam mandi yang paling populer sekarang ini.

1. Mandi air dingin
Mandi dengan air dingin setiap hari dapat memperbaiki peredaran darah sehingga tubuh terasa lebih segar dan bugar. Jika dilakukan secara teratur, mandi air dingin juga membantu meredakan stres, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menurunkan risiko timbulnya darah tinggi, varises, serta mengerasnya pembuluh darah.
Pada usia lanjut, mandi air dingin sangat disarankan karena bermanfaat meningkatkan produksi sel darah putih yang membantu melawan bibit penyakit.

2. Mandi air hangat
Berendam di dalam air hangat memang sangat menyenangkan, terutama setelah lelah beraktivitas seharian. Air hangat (suhu antara 37-40 derajat Celcius) membantu merelaksasikan tubuh dan pikiran, serta membuka pori-pori sehingga dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh, juga mengendurkan otot-otot yang kaku dan pegal-pegal.
Perhatian: Bagi Anda yang telah memasuki usia lanjut, sebaiknya tidak mandi menggunakan air yang terlampau hangat karena dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering.

3. Mandi busa (bubbles)
Mandi sambil bermain busa memang fun dan seringkali dijadikan pilihan yang menyenangkan bagi Anda dan si buah hati. Meski sederhana, cara ini ternyata efektif untuk membersihkan badan, sekaligus menjernihkan pikiran dan membangkitkan semangat.

4. Mandi lulur
Kulit yang sudah tua atau mati harus dibuang karena akan mengganggu sirkulasi darah dan pernapasan kulit. Teknik sederhana pengelupasan kulit mati adalah dengan mandi lulur. Pengelupasan kulit dapat membantu merelaksasikan tubuh, menyegarkan dan mencerahkan kulit.
Perhatian: Gunakan lulur yang lembut untuk memperkecil risiko timbulnya iritasi. Jangan lakukan ketika kulit sedang luka atau teriritasi.

5. Mandi sauna (uap)
Mandi uap dipercaya sejak lama dapat melancarkan peredaran darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Bersama keringat yang mengucur keluar, ikut terbuang sisa racun dari dalam tubuh yang terbentuk akibat stres, polusi, dan pemakaian obat.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, mandi sauna sebaiknya dilakukan minimal satu kali seminggu, dengan suhu 40-60 derajat Celsius, selama sekitar 10-15 menit.
Perhatian: Sauna tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki masalah jantung, asma, gangguan pernapasan, tekanan darah tinggi, flu, kondisi sedang tidak fit, dan hamil tua. (N)  
Penulis : Tri Qurniati
Simak artikel lengkapnya di Nirmala 05/Tahun 12, edar 1 Mei 2011

Selasa, 20 September 2011

Kiat Memilih Produk Perawatan Khusus Pria

Pria, kini juga ingin tampil rapi, bersih, wangi, dan terawat. Bahkan, beberapa pendapat mengatakan, penampilan pria yang apik merupakan sebuah penghargaan bagi dirinya sendiri dan orang di sekitarnya. Oleh sebab  itu, sama seperti wanita, mereka juga rajin merawat diri dengan membersihkan kulit wajah, memakai pelembab, deodoran, dan juga masker.
“Namun, sayangnya, meskipun sudah memakainya secara rutin, kok hasilnya masih kurang kelihatan, ya?” tanya Ferry Mahendra (32), staf keuangan salah satu perusahaan swasta di Jakarta.
“Memang,” kata Dr Eddy Karta, SpKK, ahli kulit dari EDMO Clinic, Jakarta Selatan, “itu karena pengaruh androgen – hormon khas pria - yang membuat kulit pria cenderung lebih tebal, kasar, berminyak, sensitive, dan mudah teriritasi”.
“Selain itu, pria juga mempunyai kelenjar keringat yang lebih besar, sehingga keringat yang dihasilkan juga lebih banyak. Kondisi inilah yang menyebabkan kulit pria memiliki karakteristik berbeda dengan wanita, sehingga pria memerlukan produk perawatan khusus,” tambah Dr Eddy.
Namun, memilih produk perawatan khusus juga ada triknya.

PEMBERSIH WAJAH
Seperti pada wanita, produk pembersih yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit serta mengandung aloe vera, madu, atau asam poli hidroksi (PHA) yang membantu membersihkan, menyejukkan, melembapkan, serta mengangkat sel-sel kulit mati secara efektif.
Agar hasil lebih maksimal, bersihkan wajah sekitar 2-3 kali setiap hari tergantung aktivitas.

BERCUKUR (SHAVING)
Bercukur juga dapat menyebabkan kulit pria lebih kering, rapuh, dan rentan teriritasi. Untuk mengatasinya, pilih produk perawatan berbentuk gel yang mengandung bahan-bahan alami seperti aloe vera dan minyak esensial yang menyejukkan sekaligus melembapkan.
Selain itu, pilih pisau cukur yang dapat mengikuti kontur (bentuk) wajah. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya luka saat bercukur. Untuk melengkapi proses mencukur, gunakan moisturizing aftershave setelah bercukur untuk melindungi kulit.
           
PELEMBAB WAJAH
Kulit wajah pria cenderung lebih tebal, kasar, dan berminyak sehingga membutuhkan pelembap untuk mengontrol kadar minyak yang berlebih. Pelembap juga membantu meremajakan, menghaluskan, dan membuat kulit tampak lebih sehat.
Agar kulit pria tampak segar dan lembap, gunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit. Pilih yang berbasis air dan mengandung pelembap alami seperti jojoba, zaitun, atau seramid (ceramide). Bisa juga yang mengandung asam poli hidroksi (PHA), asam laktobiotik, dan asam alfa hidroksi (AHA) yang membantu membersihkan dan menghaluskan kulit wajah.
Gunakan pelembap setelah bercukur. Oleskan secara lembut dan merata ke seluruh wajah dengan gerakan dari bawah ke atas.

SABUN MANDI
Pria cenderung lebih mudah berkeringat. Karena itu, jaga kebersihan tubuh terutama daerah lipatan dengan menggunakan sabun mandi yang sesuai pH alami kulit (4,5 hingga 6). Lebih baik lagi kalau sabunnya mengandung antioksidan, serta zat-zat aktif seperti mentol, triclosan, dan aloe vera, yang membantu mencegah bakteri dan menyegarkan kulit. (N)

Penulis : Tri Qurniati
Simak artikel lengkapnya di Nirmala 09/Tahun 11, edar 1 September 2011